THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 16 Januari 2009

1. Bagaimana cara kalian mensharing suatu file ?
2. Bagaimana cara membuka file yang di sharing pada komputer yang lain dalam suatu jaringan ?
3. Sebutkan langkah-langkah mengkonfigurasi TCP/IP statis pada OS Windows ?
4. Sebutkan langkah-langkah mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada OS Windows ?
5. Sebutkan langkah-langkah mengkonfigurasi TCP/IP statis pada OS Linux ?
6. Sebutkan langkah-langkah mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada OS Linux ?
7. Bagaimana menginstalasi kabel UTP ?
8. Bagaimana menginstalasi kabel BNC ?
9. Bagaimana menginstalasi kabel Fiber Optic ?
10. Tuliskan contoh spesifikasi alat dibawah ini:
a. Wireless
b. Switch
c. Router


JAWAB
1.Langkah-langkah untuk Sharing File:

  • Klik kanan pada file yang akan Anda share dalam jaringan.
  • Pilih Sharing and Security ...
  • Setelah muncul jendela properties, pilih Sharing.
  • Ceklist pada share this file on the network.
  • Pada bagian Share name ketikkan nama file pengenal di jaringan.
2.Membuka file yang di sharing

  • klik RUN
  • ping = \\
3.Mengkonfigurasi TCP/IP statis pada OS Windows:
  • Klik Start
  • Klik Programs
  • Klik Connect To
  • Klik Show All Network Connections
  • Klik kanan Local Area Connection
  • Klik Properties
  • Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
  • Klik Properties
  • Pilihlah Use the Following IP Address
  • Anda kemudian harus mengetik alamat IP, subnet mask, dan default gateway. Kalau jaringan Anda mempunyai sebuah server DNS, maka Anda dapat mengatur komputer Anda agar memakai DNS.
  • Untuk mengatur komputer Anda agar memakai DN
  • Pilihlah Use The Following DNS Server Addresses
  • Di dalam Preferred DNS Server and Alternate DNS Server, ketiklah alamat-alamat server DNS primer dan sekunder.

Anda dapat mengonfigurasi juga alamat-alamat IP tambahan dan default gateway dengan melaksanakan prosedur di bawah ini.

Untuk mengonfigurasi alamat-alamat IP tambahan dan default gateway:
  • Di dalam kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties, klik Advanced
  • Pada tab IP Settings di dalam IP Addresses, klik Add
  • Di dalam IP Address And Subnet Mask, ketiklah suatu alamat IP dan subnet mask, lalu klik Add
  • Ulangi langkah 2 dan langkah 3 untuk setiap alamat IP yang ingin Anda tambahkan, lalu klik OK
  • Pada tab IP Settings di dalam Default Gateway, klik Add
  • Di dalam Gateway And Metric, ketiklah alamat IP dari default gateway dan metrik, lalu klik Add. Anda pun dapat mengetik sebuah angka metrik di dalam Interface Metric untuk mengonfigurasi metrik yang lazim bagi koneksi ini
  • Ulangi langkah-langkah 5 dan 6 untuk setiap alamat IP yang akan Anda tambahkan, lalu klik Ok
4.Mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada OS Windows:
  • Klik Start
  • Klik Programs
  • Klik Connect To
  • Klik Show All Connections
  • Klik kanan Local Area Connection
  • Klik Properties
  • Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
  • Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking
  • Klik Obtain An IP Address Automatically
  • Klik OK

5. Mengkonfigurasi TCP/IP statis pada OS Linux
# loopback
auto lo
iface lo inet loopback
# IP Address versi statis
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.81.81
netmask 255.255.255.0
network 192.168.81.0
broadcast 192.168.81.255
gateway 192.168.81.81

6.Mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada OS Linux
Instalasi DHCP server pada Linux :
Cara menginstall server DHCP menggunakan Linux Mandriva 2007.1 yang merupakan turunan dari Red Hat Linux sehingga dapat menggunakan paket instalasi RPM yang lebih mudah. Perintah text instalasi secara manual misalnya seperti ini (sbg root) :

# rpm –ivh dhcp-server-3.0.5-7mdv2007.1.rpm

maka sistem akan menginstalkan paket instalasi DHCP server. Bila ada dependensi harus diinstall dulu secara manual. Tetapi pada distro Mandriva 2007.1 dapat dilakukan cara instalasi yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan utility urpmi seperti ini :

# urpmi dhcp

maka sistem akan menginstallkan paket DHCP sekaligus dengan semua dependensi yang dibutuhkan. Untuk melakukan pengecekan apakah software sudah terinstall digunakan perintah :

# rpm –qa |grep dhcp

maka sistem akan menampilkan software-software terinstall yang mengandung kata “dhcp”.
Setelah instalasi selesai, sistem akan membuat file-file konfigurasi untuk DHCP yang terdiri dari 2 file utama yang harus ada untuk dapat menjalankan aplikasi DHCP yang diinstall, yaitu :

/etc/dhcpd.conf

/var/lib/dhcp/dhcpcd.leases

Isi dari file /etc/dhcpd.conf yang digunakan untuk memberikan layanan DHCP server pada jaringan bisa di setting sesuai kebutuhan dan dapat dipakai oleh DHCP client baik dari sistem Linux maupun dari sistem Windows. File /var/lib/dhcpd/dhcpcd.leases juga harus ada walaupun pada awalnya hanya sebuah file kosong. Tanpa file ini DHCP tidak akan berjalan. Sebagai contoh di sini kita akan setting server DHCP untuk kebutuhan sebagai berikut :

  • Server DHCP (Linux Mandriva 2007.1) disetting IP statis 192.168.0.1
  • Memberikan alamat IP antara 192.168.0.11 dan 192.168.0.100 pada jaringan
  • Memberikan pada client setting-setting sebagai berikut : subnet mask 255.255.255.0, alamat broadcast 192.168.0.255, default gateway 192.168.0.1, server DNS 192.168.0.10, nama domain default adalah jarkom.net, dan server WINS pada 192.168.0.11 (untuk client windows versi lama)
  • Memberikan lease-lease untuk waktu default 6 jam dan maximal 12 jam
  • Memberikan reservasi alamat IP untuk kartu ethernet dengan MAC address 00-14-2A-06-18-D5 dengan alamat 192.168.0.30 pada komputer Windows XP dan MAC address 00-0C-29-77-78-67 dengan alamat 192.168.0.50 pada komputer Linux openSUSE 10.2

Untuk kebutuhan setting seperti itu maka isi file /etc/dhcpd.conf harus diedit & disesuaikan. Dan kemudian untuk menjalankannya harus dilakukan restart terhadap service-nya dulu :
# /etc/rc.d/init.d/dhcpd restart

Perintah ini juga harus selalu dilakukan setelah melakukan perubahan apapun pada isi file /etc/dhcpd.conf. Kemudian apabila menghendaki agar DHCP server selalu start secara otomatis pada saat komputer dijalankan, maka perintah “/etc/rc.d/init.d/dhcpd start” harus dimasukkan dalam file /etc/rc.local yang berfungsi seperti file autoexec.bat dalam sistem Windows.

7.Menginstalasi kabel UTP
Teknik paling murah dan cukup memuaskan adalah menggunakan kabel UTP. UTP kabel merupakan singkatan Unshielded Twisted Pair, yaiu kabel yang terdiri dari 4 pasang (biru, oranye, hijau, dan coklat) kabel yang dipilin menurut aturan tertentu dan digunakan untuk mentransfer/menerima data.
Kabel ini terdiri dari beberapa jenis 1. UTP cat 5, teknologi 100Base-T, frekuensi 16 MHz. Bandwidth data mencapai 100 Mbps (teoritis)
2. UTP cat 5e, teknologi 1000Base-T, frekuensi 100 MHz. Bandwidth data mencapai 1.000 Mbps (teoritis)
3. UTP cat 6, teknologi 1000Base-T, frekuensi 250 MHz. Bandwidth data mencapai 2.500 Mbps (teoritis)

pilihlah kabel sesuai keperluan, teknik menghubungkannya memerlukan beberapa alat tambahan
1. nggak perlu pake solder ;)
2. RJ-45 socket/connector
3. Hub (bila ingin menghubungkan lebih dari 2 komputer)

ada aturan khusus mengenai pengurutan kabel, biasanya menggunakan standar EIA/TIA 568 (baik A maupun B)
1. jika koneksi ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lain sama (terserah, A-A atau B-B) maka kabel disebut straight)
2. jika koneksi ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lain beda (terserah, A-B atau B-A) maka kabel disebut cross)

standar 568 A memiliki kode warna kabel : 1. putih hijau
2. hijau
3. putih oranye
4. biru
5. putih biru
6. oranye
7. putih coklat
8. coklat

(kabel diurut dari sebelah kiri, gagang pengait konektor ada dibawah)
standar 568 B memiliki kode warna kabel :
1. putih oranye
2. oranye
3. putih hijau
4. biru
5. putih biru
6. hijau
7. putih coklat
8. coklat

perbedaan mendasar adalah pada
1 TX +
2 TX -
3 RX +
4
5
6 RX -

untuk menjamin full duplex pastikan pilinannya
1-2 pasangan pertama
3 setengah pasangan kedua
4-5 pasangan ke tiga (dibalik warnanya)
6 setengah pasangan kedua
7-8 pasangan ke tiga

kalau ingin menghubungkan 2 komputer secara langsung (peer to peer), gunakan kabel cross (A - B).
kalau menghubungkan komputer - hub - komputer, maka kabelnya pake yang straight (A-A / B - B).
kalau menghubungkan antar hub, gunakan kabel cross (A - B).
pada koneksi dengan traffic tinggi, gunakan switch/hub (+memori pengingat broadcast), ataupun switching (++kemampuan untuk diprogram).

8.Menginstalasi kabel BNC

Coaxial Cable Adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwith yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pengalir tembaga di tengah (centre core). Lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penebat di antara tembaga dan “metal shielded“. Lapisan metal berfungsi untuk menghalang sembarang gangguan luar. Lapisan paling luar adalah lapisan plastik yang disebut Jacket plastic. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.

Kabel ini biasanya banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.

Kabel koaksial biasa digunakan dalam jaringan LAN terutama pada Topologi Bus. Kesulitan utama dari penggunaan kabel koaksial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak benar-benar diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.

Penggunaan kabel coaxial pada LAN memiliki beberapa keuntungan. Penguatannya dari repeater tidak sebesar kabel STP atau UTP. Kabel coaxial lebih murah dari kabel fiber optic dan teknologinya juga tidak asing lagi. Kabel coaxial sudah digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data. Ketika bekerja dengan kabel, adalah penting untuk mempertimbangkan ukurannya.

Jenis-jenis Coaxial Cable dikenal ada dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Thick coaxial cable

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuma disebut sebagai yellow cable.

Seperti namanya, jenis kabel ini, karena ukurannya yang besar, pada beberapa situasi tertentu dapat sulit diinstall. Suatu petunjuk praktis menyatakan bahwa semakin sulit media jaringan diinstall, maka semakin mahal media tersebut diinstall. Kabel coaxial memiliki biaya instalasi yang lebih mahal dari kabel twisted pair. Kabel thicknet hampir tidak pernah digunakan lagi, kecuali untuk kepentingan khusus. Thicknet dapat menjangkau sampai 500 meter, dan perangkat dihubungkan ke kabel secara langsung dengan menggunakan transceiver Ethernet.

Seiring dengan pertambahan ketebalan atau diameter kabel, maka tingkat kesulitan pengerjaannya pun akan semakin tinggi. Harus diingat pula bahwa kabel jenis ThickNet harus ditarik melalui pipa saluran yang ada dan pipa ini ukurannya terbatas. Oleh karena itu diciptakanlah Thin Coaxial cable untuk mengatasi beberapa masalah diatas.

Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 adalah kabel coaxial yang dipakai untuk instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.

Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :

  • Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.
  • Impedansi terminator 50 Ohm.
  • Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer.

Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet, diperlukan transceiver. Koneksi antara Network Adapter Card dengan transceiver dibuat dengan menggunakan drop cable untuk menghubungkan Transceiver dengan Attachment Unit Interface ( AUI ) pada Network Adapter Card. Interface dari AUI berbentuk DB-15.

Bila dibandingkan antara Thicknet dengan thinnet, instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena sifatnya lebih kaku dan tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas data dan jarak yang bisa dijangkau, jenis kabel ini masih menjadi favorit sebagai penghubung antar gedung

Thin Coaxial Cable

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.

Dulu jaringan Ethernet menggunakan kabel coaxial yang diameter luarnya hanya 0,35 cm (kadang dikenal sebagai thinnet). Kabel ini terutama berguna untuk instalasi kabel yang memerlukan pelilitan dan pembengkokan. Karena mudah diinstall, maka kabel ini juga lebih murah untuk diinstal. Hal ini mendorong beberapa orang menyebutnya sebagai cheapernet. Namun kabel ini memerlukan penanganan khusus. Seringkali pemasang gagal melakukannya. Akibatnya, sinyal transmisi terinterferensi oleh noise. Oleh karena itu, terlepas dari diameternya yang kecil, thinnet sudah jarang digunakan pada jaringan Ethernet.

Thinnet lebih fleksibel dan dapat menjangkau sampai 185 meter. Komputer dihubungkan ke kabel dengan menggunakan konektor BNC. Thinnet menggunakan 10 base 2. Walapun kabel coaxial sukar di pasang, tetapi ia mempunyai rintangan yang tinggi terhadap ganguan elektromagnet. Dan kabel ini juga mempunyai jarak maksimal yang lebih daripada kabel “twisted pair”.

Kelebihan menggunakan kabel RG-58 adalah :

  • Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.
  • Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan konektor BNC.

Berikut akan disimpulkan mengenai keunggulan dan kelemahan coaxial cable:

Keunggulan

· Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon

· Dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah

· Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain

Kelemahan

· Mempunyai redaman yang relatif besar, sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater

· Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.

Penggunaan kabel coaxial pada LAN memiliki beberapa keuntungan. Penguatannya dari repeater tidak sebesar kabel STP atau UTP. Kabel coaxial lebih murah dari kabel fiber optic dan teknologinya juga tidak asing lagi. Kabel coaxial sudah digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data. Ketika bekerja dengan kabel, adalah penting untuk mempertimbangkan ukurannya.

Kabel coaxial mempunyai pengalir tembaga di tengah. Lapisan plastik yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penebat di antara tembaga dan “metal shielded”. Lapisan metal berfungsi untuk menghalang sembarang gangguan luar daripada lampu kalimantang, motors, dan peralatan elektonik lain.

Walapun kabel coaxial sukal di pasang, tetapi ia mempunyai rintangan yang tinggi terhadap ganguan elektromagnet. Kabel ini juga mempunyai jarak maksima yang lebih daripada kabel “twisted pair”.

Konektor pada kabel coaxial.

  • BNC Kabel konektor, untuk menghubungkan kabel ke T konektor.

  • BNC T konektor, untuk menghubungkan kabel ke komputer.

  • BNC Barrel konektor, untuk menyambung 2 kabel BNC.

  • BNC Terminator, untuk menandai akhir dari topologi bus.

Sesuai dengan kapasitas maksimal dari kabel coaxial, Ethernet

dengan media transmisi coax hanya ada satu kecepatan transfer data (10 Mbps). Terminator yang dapat digunakan adalah terminator dengan nilai resitansi sebesar 50 OHM. Penggunaan kabel coaxial hanya memungkinkan untuk menerapkan topologfi jaringan BUS. Penggunaan kabel lebih dari yang disarankan sangat tidak dianjurkan karena dapat mengurangi performansi dari jaringan komputer tersebut. Kabel ini masih digunakan sebagai segmen tulang belakang (backbone) untuk penyambung di dalam sistem ethernet karena biayanya murah.

9.Menginstalasi kabel Fiber Optic

  • Siapkan kabel fiber optik yang akan di terminasi dalam hal ini kabel yang masih utuh tanpa di sentuh apapun,sambil di ingat-ingat berapa nih dapetnya.
  • Kupas kulit terluar dalam hal ini pembungkus kabel hitam sepeti gambar dibawah, jangan lupa sisakan kabel yg berwarna biru dan lupakan sejenak rencana traktir2nya.
  • Setelah itu coba oleskan alcohol pada bagian kabel warna biru untuk membersihkan gel yang ada pada permukaan kabel itu, jangan terlalu di hayati yaa.
  • Nah ini dia bagian paling seru, coba kupas kabel warna biru tersebut, caranya bisa menggunakan cutter, hati2 jangan sampai kabel bagian dalam terluka bisa di bilang gak profesional nantinya.
  • Setelah selesai nanti akan kelihatan isinya berupa kabel dengan jumlan 4 helai seperti helai rambut . hati2 bro jangan sampai patah , coba oleskan juga alcohol agar helai itu tidak menyatu, coba pisahkan masing2 helai itu,dimana berupa helai dengan warna : biru,hijau,orange dan coklat, satu lagi jangan di kupas itu jarimu.
  • Nah didalam lapisan helai itu adalagi lapisan kaca tapi belum core/inti fiber nya. untuk itu diperlukan alat pengupas.
  • Kupas perlahan2 kulit pembungkus helai itu dengan alat pengupas.
  • Setelah terkupas anda siapkan lem untuk fiber nya. terdiri dari 2 cairan satunya di oleskan ke fiber nya dan satunya di suntikkan ke konektor nya.kemudian perlahan2 anda masukkan fiber nya ke konektor, ingat jangan sampai terlambat, jika terlambat maka lem nya akan mengering dan fiber tidak bisa di tarik lagi.
  • Kemudian silahkan potong fiber nya menggunakan pemotong yang sudah disediakan.jika hasil potongannya bagus maka kemungkinan peluang menggosok2 nya tidak lama
  • Sesekali teropong menggunakan microscope untuk melihat hasil potongan/gosokan fiber nya, awas jangan salah teropong.Seperti kabel lainnya kalau fiber optic patah musti disambung dan nyambungnya harus dari awal, artinya kabel dikupas sampai pada corenya lalu corenya disambung/displice. Ada dua cara splicing/penyambungan yaitu : Mekanical splicing dan Fusion splicing.
Mecanical splicing adalah penyambungan secara manual/mekanis dimana kedua ujung core setelah dikupas/ditelanjangi menggunakan alat penelanjang (stripper)didempetkan dg kerapatan yg ditentukan lalu dijepit dg alat sambung standar pabrikan FO.
Penyambungan mekanis ini biasanya bersifat darurat dg alasan FO yg ada sangat pendek hingga tdk memungkinkan dilakukan fusion splicing, atau alasan lain karena alat sambung lebur/Fusion Splicer tdk ada atau masih menunggu dari tempat lain, sementara FO harus segera disambung.
Penyambungan mekanis ini memerlukan tingkat ketrampilan dan ketelitian yg tinggi karena betul2 manual supaya hasil ukuran lossnya rendah.

10.Spesifikasi alat
  • Wireless : 3COM 3CRWER100-75 OfficeConnect Wireless 11g Cable/DSL Gateway 54 Mbps Rp 755,700
  • Switch : 3COM 3C16475CS 10/100/1000Mbps Baseline Switch 2226 (24 10/100, 2 Dual Purpose Gigabit) Rp 3,392,500
  • Router : 3COM 3CTPX5-DVGOLD 3Com X5 DVGold Subscription Rp 6,537,950

Rabu, 14 Januari 2009